12.13.2011

Romeo a n d Juliet


ROMEO and JULIET

yaa, project iseng yang diberikan oleh dosen tercinta Literary Apreciation yang akan ditampilkan pada UAS 5 tahun depan -____-
yaampun, kenapa gak Si Kabayan ama Nyi Iteung aja siiih, yampuuun (ngeluh mulu).
Setelah gue tahu cerita sebenanrnya dari si om Erom (ROMEO) dan tante Njul (JULIET), gue tarik kata-kata gue yang dulu pernah pengen punya cerita cinta kaya mereka berdua. Bukan pengen punya akhir cerita nya lho yaa, secara mereka berdua kan ga ada yang hidup di ending ceritanya, tapi dari perjalanan kisah cinta sejati yang mereka miliki, dari awal ketemu sampai mereka meninggal. Karena itu semualah, gue gak mau deh yaa, cicintaan yang sebegitugelinya (menurut gue, haha). Banyak puisi, kata-kata dan kalimat-kalimat romantisme yang bikin bulu kuduk gue joging-joging karena geli, hahaha.

Tapi gue aku dengan sangat, karyanya pakde William Shakespeare ini memang super duper keren. Buktinya ceritanya doi yang diciptakan abad 16 lalu ini masih aja bertahan sampai sekarang, mungkin juga sampai nanti. Saynag beliau sudah wafat, coba masih ada minta foto bareng atau tanda tangannya bakal jadi ngantri dijadwal mingguan gue, hahaha.
Cerita cinta sejati yang melegenda sepanjang masa deh pokoknya. Cinta sejati yang beawal tumbuh hanya dengan sekali pandang kalo dibahasa sononya tuh 'love at the first sight' gitu deh. Hari gini sih jarang dan susah banget nyari cerita-cerita kehidupan nyata yang kaya gitu. Hmmm, mungkin gue bakal bikin Romeo and Juliet versi gue, yang gak pake kalimat-kalimat romantisme bikin geli atau ber-ending mati bunuh diri yaa, hehe.

Finally, semoga dramanya sukses dan dapat memuaskan penonton pada ujian akhir semster nanti, aaaammmiiiin :))

12.07.2011

-Kami Ada Untuk K A M U-

"Disini, aku bisa mengenangmu dengan bebas, tempat lain selain tempat aku bersujud 5 kali sehari atau kamarku atau kamarmu"

Entri ini khusus aku dedikasikan untukmu, untukmu yang Februari tahun depan genap 3 tahun meninggalkan dunia fana ini. Untuk kamu yang menjadi anak lelaki yang paling tampan satu-satunya dalam keluarga kecil yang kita miliki. Untuk kamu yang hanya memiliki dua potret dirimu semenjak 'kepergian' itu, satu berada di dalam potret bersama beserta ibun dan kakak perempuan kita yang waktu itu aku berumur 3 tahun dan lainnya bertengger rapi di dompet ku. Untukmu ! Yaa, kamu !

Terlihat konyol memang, tapi inilah aku. Aku yang hanya bisa mengekspresikan bagaimana dirimu setelah kamu 'pergi'. Maaf, tapi sekali lagi inilah aku dan aku yakin kamu pasti mengetahui itu. Kamu pasti tahu aku sedang dan sudah menulis entri ini. Aku harap kau akan menyukainya. Aku nerjanji ketika dan sesudah menyelesaikan ini tak ada satu tetes pun yang jatuh (kamu tahu itu apa) :).

Kami disini baik-baik saja dan berharap kau pun 'disana' begitu. Hadiah doa untuk mu tak pernah putus kami persembahkan untukmu agar kau selalu mendapatkan tempat terbaik disisi-Nya. Tempat itu aku bayangkan lebih indah dari Macau di China atau  Taman Laut Bunaken di Sulawesi atau Galapagos di Ekuador atau Cyclades di Yunani atau pun semua tempat yang oleh banyak orang disebut surga dunia. Tempat yang terang lebih seterang matahari, sehangat matahari pagi, sesejuk udara setelah hujan, seindah pelangi serta bulan dan secantik bintang yang menggoyang-goyangkan ekornya dikala malam. Seperti itulah nyaman, damai dan membuat kebahagiaan bagi penghuninya- AMIN.

Aku tidak akan membahas hal-hal yang lalu itu. Aku berjanji semua kenangan itu cukup terkunci di kotak itu. Rapi dan bersih. Cuma Allah, aku dan kamu yang tahu.

Kami menyayangimu lebih dari yang kau tahu semasa hidupmu. Aku mencintaimu melebihi semua kata-kata yang aku tuliskan dan kalimat-kalimat yang selalu terngiang diotakku. Yang jelas aku merasakan apa yang tidak aku rasakan semasa hidupmu dulu. Maafkan kami dan kami akan selalu mengingat semua hal terbaik yang pernah ada dalam sejarah hidupmu.

Terimakasih karena pernah menjadi sesosok manusia yang baik, seorang anak lelaki yang manis dan kakak lelaki terbaik yang pernah ada.

Kami selalu sayang dan rindu pada mu. Kami dan doa-doa kami selalu ada untuk menyertaimu. Sampai jumpa di surga-Nya kelak :)).

11.17.2011

you MUST believe it

WHY ??
KEPERCAYAAN itu barang lama, sudah bukan hal yg asing, berlaku dimana saja, dikalangan mana pun, sudah terkenal di semua lapisan masyarakat, tua-muda, hitam-putih, semuanya tanpa terkecuali. Tanpanya semua hal yang kita lakukan dalam kehidupan tentu rumit, ribet, riwueh, hambar. Hal yang abstrak, tak bisa diraba, dilihat, didengar ataupun dicium TAPI hanya bisa dirasakan oleh hati dan pikiran dengan perbandingan 50:50- seimbang. Meskipun begitu, nilai yang ada didalamnya melebihi nilai 100.000 batang emas murni 24 karat, 5 ton karung mutiara ataupun 70.000 kodi berlian yang di-rupiah-kan. Terjalin antara satu pihak dengan pihak yang lain. Pihak yang disebutkan disini sapat berupa makhluk hidup dengan makhluk hidup, makhluk hidup dengan makhluk mati, makhluk hidup dengan makhluk abstrak. Untuk mereka (pihak ybs) mungkin akan merasakan bahwa hal ini sungguh sangat sangat teramat sekali berharga melebihi jiwa mereka. Hal ini dapat membawa pihak-pihak ini pada titik kebahagiaan, kekaguman, keceriaan bahkan kesedihan, kegeraman dan kekecewaan. Teringat satu cerita yang pernah tak sengaja dibaca beberapa waktu lalu. Begini ceritanya...

Sebuah kapal barang berlayar di Samudra Atlantik. Di buritan kapal ada seorang anak negro kecil, dia adalah seorang pekerja suruhan. Anak ini tidak hati – hati sehingga tercebur ke dalam Lautan Atlantik yang bergulung – gulung ombaknya. Anak ini berteriak minta tolong, apa daya ombaknya sangat besar dan angin sangat kencang, orang yang berada di atas kapal tidak ada yang mendengarnya. Dengan mata terbelalak dia melihat kapal barang tersebut membawa ombak bergerak makin lama makin menjauh.

Naluri bertahan hidup anak ini membuat dirinya berenang sekuat tenaga di dalam air yang sangat dingin. Dia mengerahkan segenap tenaganya untuk mengayuh kedua lengan kurusnya, berusaha keras agar kepalanya tetap berada di atas permukaan air, membuka matanya yang besar memandang ke arah kapal yang pergi semakin menjauh.

Kapal itu makin lama makin jauh, kapalnya makin lama makin kecil, akhirnya tidak terlihat lagi, sisanya sejauh mata memandang hanya lautan yang tak bertepi. Tenaga anak ini juga hampir habis, sesungguhnya ia sudah tidak mampu berenang lagi, dia merasakan dirinya serasa akan tenggelam. Lepaskanlah, hatinya berbisik pada dirinya sendiri. Saat itulah, di dalam benaknya terbayang akan wajah yang begitu welas asih dan pandangan mata yang ramah dari sang kapten kapal itu. "Tidak, kapten kapal setelah mengetahui saya tercebur ke laut, pasti akan kembali untuk menolong saya!" Berpikir demikian, anak ini berusaha dengan seluruh keberaniannya mengerahkan segenap tenaganya yang tersisa berenang lagi.

Akhirnya kapten kapal menyadari bahwa anak negro itu telah hilang, setelah dia memastikan bahwa anak itu tercebur ke laut, dia memerintahkan untuk berlayar kembali untuk mencarinya. Saat itu ada orang yang menasehatinya, "Sudah sekian lama berlalu. Kalaupun dia tidak mati tenggelam, pasti sudah dimakan oleh ikan hiu...". Kapten kapal agak ragu – ragu, namun akhirnya ia tetap memutuskan untuk kembali mencari anak itu. Ada orang yang berkata, "Pantaskah tindakan ini hanya demi seorang anak negro?" Sang kapten menghardiknya, "Tutup mulut!". Di saat – saat terakhir ketika anak kecil itu hampir tenggelam, sang kapten tiba tepat pada waktunya dan anak itu tertolong.

Ketika anak negro tersebut tersadar, dan saat dia bersujud untuk berterima kasih kepada sang kapten kapal atas budi baiknya menyelamatkan nyawanya, kapten itu memapah sang anak negro dan bertanya, "Bocah kecil, bagaimana kamu bisa bertahan begitu lama?"

Anak itu menjawab, "Saya tahu anda pasti akan kembali untuk menolong saya, saya tahu anda pasti akan datang!"

"Bagaimana kamu tahu saya pasti akan datang untuk menolongmu?", tanya kapten kapal lagi.

"Karena saya tahu anda adalah orang yang demikian!", jawab si anak.

Mendengar jawaban tersebut, kapten ini menjatuhkan diri di atas kedua lututnya bersujud di hadapan anak negro tersebut, air matanya berderai memenuhi wajahnya, "Bocah kecil, bukan saya yang menyelamatkanmu, sebaliknya, adalah kamu yang telah menolong saya! Saya sangat malu atas keragu – raguanku saat itu..."


Seseorang yang sangat dipercayai oleh orang lain juga merupakan semacam kebahagiaan. Pada saat orang lain mengalami putus harapan bisa terpikirkan olehnya akan dirimu dan yakin akan mendapatkan pertolongan darimu, merupakan kebahagiaan.

Ketika anda percaya penuh terhadap atau kepada apa yang anda percayai, percayalah suatu hari nanti, kepercayaan anda tersebut akan membawa anda kepada apa yang anda percayai terutama KEVAHAGIAAN.